Mengintip Ajaran Suluk Wujil

guru dan muridTersebutlah seseorang yang bernama Wujil. berujarlah dia kepada Sang Panembahan Agung, Ratu Wahdat namanya, bersujud pada debu kaki Sang Mahamuni, yang berasrama di Bonang seraya mohon ampun karena ingin diberi keterangan tentang seluk-beluk agama yang terpilih sampai ke rahasia yang sedalam-dalamnya.

Sepuluh tahun Wujil berguru kepada Sang Panembahan Agung, belum mendapatkan ajaran yang penting. adapun asalnya, Wujil berasal dari Maospait sebagai abdi kesayangan raja di Majalangu. tamatlah dipelajari seluruh tata bahasa. kemudian wujil berujar kepada Sang Panembahan Agung yang sangat dihormati dengan mohon ampun.

Baca lebih lanjut

Pustaka Raja Purwa

R. Ngabehi Rangga Warsita Pustaka raja purwa adalah kumpulan cerita yang dipakai sebagai acuan oleh para dhalang dalam pertunjukan wayang kulit di pulau Jawa. Kumpulan cerita ini dikumpulkan dan dinyatakan secara tertulis oleh pujangga keraton Surakarta yaitu Raden Ngabehi Rangga Warsita. Walaupun sumber cerita dari pustaka raja purwa ini berasal dari Mahabarata dan Ramayana dari India, namun beberapa isi detailnya telah disesuaikan dengan keadaan di pulau Jawa pada waktu itu.

Baca lebih lanjut

Serat Paramayoga

R. Ngabehi Rangga Warsita Serat Paramayoga adalah salah satu karya Sastra Jawa Baru yang digubah oleh R.Ng. Ranggawarsita dalam bentuk gancaran (prosa). Karya yang digubah dalam bentuk prosa ini telah disadur oleh Aroem ke dalam bahasa Sunda dalam bentuk tembang. Serat Paramayoga dikenal juga dengan nama Kitab Paramayoga. Penelitian paling mutakhir mengenai karya ini telah dilakukan oleh Candra T. Munawar dengan objek penelitian Kitab Paramayoga versi Sunda.

Baca lebih lanjut

Serat Kalatidha

R. Ngabehi Rangga Warsita Serat Kalatidha atau Kalatidha saja adalah sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa karangan Raden Ngabehi Rangga Warsita berbentuk tembang macapat. Karya sastra ini ditulis kurang lebih pada tahun 1860 Masehi. Kalatidha adalah salah satu karya sastra Jawa yang ternama. Bahkan sampai sekarang banyak orang Jawa terutama kalangan tua yang masih hafal paling tidak satu bait syair ini.

Baca lebih lanjut

Serat Jayengbaya

R. Ngabehi Rangga Warsita Serat Jayengbaya adalah buku petuah / falsafah kehidupan yang dikarang oleh R. Ngabehi Rangga Warsita dan diterbitkan oleh Balai Pustaka Jakarta pada tahun 1988 dengan alih bahasa dan alih aksara L. Mardiwarsito. Buku ini dikarang oleh R. Ngabehi Ranggawarsita pada saat beliau berumur antara 20 sampai 28 tahun sewaktu menjadi carik Kadipaten Anom di Kasunanan Surakarta.

Baca lebih lanjut

Serat Jaka Lodang

Rangga WarsitaSerat Jaka Lodang adalah syair/karangan dalam bahasa Jawa dari pujangga Rangga Warsita yang mengandung petuah akan adanya suatu zaman yang penuh dengan pancaroba.

Serat Jaka Lodang ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama dalam bentuk gambuh dengan 3 bait/paragraf (masing-masing mengandung 5 baris) dan bagian kedua dalam bentuk sinom. …

Baca lebih lanjut

Serat Centhini

Serat CenthiniSerat Centhini atau juga disebut Suluk Tambanglaras atau Suluk Tambangraras-Amongraga, merupakan salah satu karya sastra terbesar dalam kesusastraan Jawa Baru. Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Jawa, agar tak punah dan tetap lestari sepanjang waktu. Serat Centhini disampaikan dalam bentuk tembang, dan penulisannya dikelompokkan menurut jenis lagunya.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.